Dari Jogja berangkat jam 8 pagi lewat jl. Deandles, begitu memasuki Purworejo... jalan rusak parah dan belobang2. Perjalanan yg diperkirakan hanya 2 jam, ternyata jauh dari yg direncanakan, sampai dipantai Karang bolong Gombong ternyata sdh jam 12.00 siang... sungguh perjalanan yg melelahkan.
Sesampai di pantai, ternyata pantainya biasa saja, hanya ada tebing dan goa yg tembus kelaut atau lebih tepat disebut lorong. Setelah lihat2 sebentar sambil duduk melepas lelah, perjalanan kulanjutkan kepantai Ayah melewati jalan kecil berliku2, naik dan turun..... sungguh perjalanan yg mengasyikkan bagiku daripada melihat pantai yg nggak begitu bagus.
Akhirnya perjalananku sampai jg dipantai Ayah yg menurut orang2 bagus, ternyata biasa aja. Kali ini aku nggak beranjak dari motorku, hanya duduk dan makan bekal dari rumah. Kumudian ke'ker yg telah kubawa dari rumahpun aku keluarkan. Melihat orang2 sedang memancing, nelayan yg sedang menebarkan jalanya di pinggir pantai dan tak lupa mencari2 siapa tahu ada wanita cantik yg sedang mandi.... hehehehe. Setelah puas melihat2 akupun segera berangkat lagi tuk pulang kerumah, tapi kali ini nggak lewat jalan yg tadi tapi lewat jalan besar, hitung2 cari pandangan baru dan jalan yg lebih bagus sekaligus guna beli bahan bakar untuk motorku yg mulai menipis.
Ternyata jalan besar jg mempunyai cerita yg lain... sopir bis yg mau menang sendiri, sampai2 mereka menghabiskan jalur untuk kendaraan dari arah yg berlawanan, spion yg rewel dan kabel spedometer yg putus. Tapi sebuah perjalanan pasti selalu mengasyikkan, paling nggak itu buat aku. Senantiasa ada banyak cerita dalam sebuah perjalanan, seperti mottonya persatuan MBI...., "This is abaut journey not destiny."
Jam 7 malam aku baru sampai di rumah, badan pegal karena menahan goncangan. Sebelum tidur... aku tulis pengalamanku ini untuk teman2, karena kalau aku nulisnya besuk pagi.... aku nggak bisa berjanji, apakah aku masih ingat dg perjalananku atau mungkin semangat untuk menulis sdh mulai menghilang.... sekian.
Maaf, karena foto2ku belum bisa aku upload, karena prosesnya yg agak ribet. Sebagai gambaran dan gambarnya hampir mirip dg fotoku (bagusan fotoku siih...) aku sertakan gambar ini saja. Sekali lagi aku minta maaf.
Sesampai di pantai, ternyata pantainya biasa saja, hanya ada tebing dan goa yg tembus kelaut atau lebih tepat disebut lorong. Setelah lihat2 sebentar sambil duduk melepas lelah, perjalanan kulanjutkan kepantai Ayah melewati jalan kecil berliku2, naik dan turun..... sungguh perjalanan yg mengasyikkan bagiku daripada melihat pantai yg nggak begitu bagus.
Akhirnya perjalananku sampai jg dipantai Ayah yg menurut orang2 bagus, ternyata biasa aja. Kali ini aku nggak beranjak dari motorku, hanya duduk dan makan bekal dari rumah. Kumudian ke'ker yg telah kubawa dari rumahpun aku keluarkan. Melihat orang2 sedang memancing, nelayan yg sedang menebarkan jalanya di pinggir pantai dan tak lupa mencari2 siapa tahu ada wanita cantik yg sedang mandi.... hehehehe. Setelah puas melihat2 akupun segera berangkat lagi tuk pulang kerumah, tapi kali ini nggak lewat jalan yg tadi tapi lewat jalan besar, hitung2 cari pandangan baru dan jalan yg lebih bagus sekaligus guna beli bahan bakar untuk motorku yg mulai menipis.
Ternyata jalan besar jg mempunyai cerita yg lain... sopir bis yg mau menang sendiri, sampai2 mereka menghabiskan jalur untuk kendaraan dari arah yg berlawanan, spion yg rewel dan kabel spedometer yg putus. Tapi sebuah perjalanan pasti selalu mengasyikkan, paling nggak itu buat aku. Senantiasa ada banyak cerita dalam sebuah perjalanan, seperti mottonya persatuan MBI...., "This is abaut journey not destiny."
Jam 7 malam aku baru sampai di rumah, badan pegal karena menahan goncangan. Sebelum tidur... aku tulis pengalamanku ini untuk teman2, karena kalau aku nulisnya besuk pagi.... aku nggak bisa berjanji, apakah aku masih ingat dg perjalananku atau mungkin semangat untuk menulis sdh mulai menghilang.... sekian.
Maaf, karena foto2ku belum bisa aku upload, karena prosesnya yg agak ribet. Sebagai gambaran dan gambarnya hampir mirip dg fotoku (bagusan fotoku siih...) aku sertakan gambar ini saja. Sekali lagi aku minta maaf.




